Sabtu, 28 November 2015

Cinta yang Baru

Kamu yang datang dalam kehidupanku, membawa satu rasa yang sepertinya sempat kurasakan dulu.
Tetap sama, namun pada orang yang berbeda.
Kamu yang membuatku kagum pada seluruh pemikiranmu.
Mimpimu dan seluruh ide revolusionerm, membuatku merasa memiliki dunia.

Aku mampu menceritakan segala mimpiku, tanpa takut terlihat aneh di depan matamu.
Mengapa?
Karena aku tahu kamu hidup sebagai pemimpi.
Pemimpi yang besar yang akan mewujudkan mimpinya lewat seluruh usahanya.
Seorang single fighter yang tangguh dan tidak pantang menyerah.
Itulah sosokmu.

Aku yang mengagumimu, sejak dengan senang hati kau membagi ilmumu padaku.
Dan seperti ilmu padi yang selama ini hanya kupelajari dalam teori,
Kau telah secara nyata melakukannya.
Semakin banyak prestasi yang kau torehkan, semakin kau merasa bukan apa-apa.

Pupil matamu yang selalu terlihat lebar, setiap kali kau menceritakan ilmu-ilmu yang kau dapatkan.
Buku-buku Stephen Hawkings yang sering kau ceritakan, membuatku tahu seperti apa arti pengetahuan bagimu.
Mimpimu untuk menjadi peneliti semoga sejalan dengan cita-citamu memajukan negeri ini.
Aku tahu ini memang jalan yang tak mudah.
Meski berbeda, namun kita berjuang untuk tujuan yang sama, kesuksesan.
Meski persepsi mengenai kesuksesan itu berbeda, namun ia tetap ada pada puncak yang sama.

Teruslah berjalan mengejar mimpimu.
Berlarilah, bila perlu.
Karena kini aku pun tengah melakukan hal yang sama.

Jangan lagi menoleh ke arahku.
Karena mungkin saja aku akan memalingkanmu dari seutuhnya mimpimu.
Dan disinipun aku melakukan hal yang sama terhadapmu.
Aku menutup mataku, agar tak fokus hanya melihat sosokmu.
Biarkan aku hanya mendengar beritamu lewat pesan yang Ia titipkan lewat teman-temanku.
Sehingga aku tetap tau, sampai dimana pencapaianmu.
Telah sampaikah kau di puncak?

Bila nanti kau telah mencapai puncak dan tak menemukanku disana,
maka carilah teman yang memiliki visi yang sama .
Aku tak memintamu untuk menungguku.
Karena akupun akan melakukan hal yang sama.
Meski jauh dalam hatiku, aku tetap berharap
Kelak kita akan sampai puncak dalam rentang waktu yang tidak jauh berbeda.
Tujuannya adalah agar kita tetap saling dapat menemukan.

Aku yang kini tengah berjuang untuk mimpiku, menitipkan salam perjuangan buat kamu yang esok akan berjuang untuk satu lagi prestasi besarmu.
Aku tetap mendoakan yang terbaik, apapun hasilnya, aku tetap bangga.

Minggu, 08 November 2015

Puisi Cinta : Aku yang Kini Jatuh Cinta


Aku yang kini jatuh cinta
Aku jatuh cinta pada tutur katamu.
Aku jatuh cinta pada pemikiranmu.
Aku jatuh cinta pada kepribadianmu.
Dan Aku jatuh cinta pada tanda itu.
            Kamu seorang anak alam
            Tahu bagaimana kerasnya perjuangan
            Egomu yang begitu menjulang
            Membuatmu tampak seperti penentang dari luar.
Namun tanda itu.
Tanda yang membuat aku jatuh cinta kepadamu.
Tanda yang membuat aku tahu,
Hatimu lembut dan mudah tersentuh.
            Kamu seorang pemimpin kehidupan.
            Pengatur mimpi, yang mungkin tiada pernah terhenti.
            Pejuang, yang tak jarang gagal.
            Pengusaha, yang tak pernah tahu bagaimana hasil akhirnya.
Namun keyakinanmu menaklukkan semua.
Bahkan hasil pun tak berani mengkhianatinya.
Kamu, adalah seorang manusia biasa.
Yang aku tahu, tiada pernah luput dari salah
            Kamu,yang telah membuatku jatuh cinta.
            Aku yang jatuh cinta pada kesalahanmu
            Aku yang mengagumi setiap prinsipmu.
            Aku yang bahkan mengagumi ambisimu.
Aku jatuh cinta karena keyakinanku.
Aku jatuh cinta karena aku mencintai diriku.
Aku jatuh cinta padamu
Karena pemikiranmu menyempurkan seluruh mimpiku.
            Ambisimu,
Egomu,
Mimpimu,  telah meluluhkan keakuanku
            Usahamu telah menginspirasiku.
Aku yang kini jatuh cinta.
Jatuh cinta pada seorang anak manusia.
Cucu adam yang bahkan aku sendiri belum dekat mengenalnya.
            Aku yang kini jatuh cinta.
            Dalam diamku aku berdoa.
            Dan Dalam sujud aku meminta.
Aku yang kini jatuh cinta.
Mengharapnya memperhatikan hal yang sama
Meraih mimpi, demi hasil berdua.
            Aku yang kini jatuh cinta.
            Jatuh cinta karena mimpi seorang pemuda.
            Mimpi semu yang bahkan belum nyata hasilnya.
Aku yang kini jatuh cinta.
Berharap ia memiliki mimpi yang sama.
Mengharap visi yang akan bersatu kelak dalam keridhoan-Nya.






Senin, 02 November 2015

Learning Metamorphosis

Sebuah buku dengan judul "Hebat Gurunya, Dahsyat Muridnya", menggelitik rasa ingin tahuku untuk tahu apa isinya. Maklum saat ini aku punya beberapa murid "spesial" di tempatku kerja sampingan. Mereka anak-anak yang butuh metode pengajaran yang lebih private dibanding anak pada umumnya.
Mereka bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan normal. Hanya saja, mereka sedikit susah mencerna kalimat, memahami maksud kalimat, dll. Sehingga ada beberapa metode khusus yang kadang saya terapkan pada mereka.
Okee, balik ke persoalan buku..
Buku ini tidak terlalu tebal, hanya sekitar 118 halaman saja isinya. Kalimat yang digunakan pun tidak terlalu berat, mengalir ringan disertai dengan contoh-contoh nyata pada kehidupan sehari-hari. Setiap metode yang dipaparkan juga tidak dijabarkan terlalu panjang, metode itu dijelaskan kembali dengan bahasa yang sederhana dan langsung pada inti permasalahannya. Jadi untuk kalian yang mudah bosen waktu baca buku, buku ini cocok buat kalian yang tetap ingin belajar tapi ga pengen bosen ngebacanya.
Buku ini menceritakan tentang kemungkinan kesalahan pola pendidikan di dunia ini, terutama Indonesia. Bagaimana fakta-fakta di lapangan, yang memaparkan bahwa pendidikan justru membunuh potensi alami generasi bangsa, hingga membuat mereka seolah menjadi robot manusia.
Sebuah fakta, bahwa tidak pernah ada pelajaran mengenai otak manusia secara detail, padahal serangkaian pendidikan yang panjang itu, dengan berbagai printilannya, sangat berhubungan dengan otak. Betapa istimewanya otak manusia dengan segala fungsinya.
Salah satu buku yang membuat kita, entah orang tua, pendidik, pengajar, bahkan murid, sedikit tahu bahwa selama ini kita yang meminta otak kita melemahkan kemampuannya. Bukan sebaliknya, dimana seharusnya sistem pendidikanlah yang menyesuaikan diri dengan keluar biasaan otak manusia.

So,  sesuai dengan predikatnya sebagai lembaga pendidikan, sudah saatnya sekolah berubah dengan guru sebagai agen perubahannya.
#SalamCintadariIndonesia

Jumat, 30 Oktober 2015

Memang Itulah Cinta Remaja


Ketauan yaa? Ciee ..kamu ketauan waktu ngeliatin dia. Rasanya malu banget, bingung mau disembunyikan dimana nih muka kita. Andai waktu bisa diulang, rasa-rasanya pengen pindah tidak duduk di tempat itu. Bahkan pikiran kita sudah kemana-mana, “apa yang dia pikirkan tentang kita, bagaimana image kita dimatanya, akankah dia ilfill nantinya?” ahh sudahlah, rasanya penuh jika harus memikirkan itu.
Namun itulah cinta remaja, maka nikmatilah. J
Belum lagi ketika kau merindukannya. Dia yang tak mengetahui perasaanmu, maka bagaimana mungkin dia akan menelponmu atau bahkan hanya mengirim pesan padamu? Akhirnya kau putuskan untuk menelponnya dengan sembunyi-sembunyi. Kau menelponnya menggunakan pengaturan private number, hingga ia tak mengetahui siapa kau. Di seberang sana, sambil bertanya-tanya, ia mengangkat telponmu, lalu berkata “Hallo, hallo, selamat malam. Siapa disana?” atau jika beruntung kau akan sampai pada kata,”Ada perlu apa?”. Cukup singkat bukan? Ya, namun itu mampu membuatmu tertawa sepanjang malam. Suaranya bahkan lebih ampuh dari obat manapun di dunia.
Namun itulah cinta remaja, maka nikmatilah. J
Bahkan tidak jarang, kita mengingat dimana lorong yang sering ia lewati ketika hendak menuju kantin. Lalu dengan sengaja kita duduk tidak jauh dari lorong itu. Rela menunggu. Dan kecewa ketika ia ternyata tidak melewatinya hari ini. Atau jika sebaliknya, kau akan melihatnya hingga ia hilang diujung lorong. Melihat apa yang dipakainya hari ini, apa warna sepatunya, bagaimana bentuk rambutnya. Ahh, apapun itu ia tetap terlihat menawan.
            Ya itulah cinta remaja, maka nikmatilah. J
            Masa remaja tak akan datang untuk kedua kalinya. Begitupun dengan cinta dan beragam ceritanya di kala itu. Sahabat bisa jadi cinta, cintapun dapat berubah menjadi persahabatan. Benci bisa menjadi cinta, dan begitupun sebaliknya.
            Indahkah semua itu? Ketika nanti kalian dewasa, kalian akan paham seberapa indah cerita itu. J

Sabtu, 06 Desember 2014

Saya mencintai anda dengan alasan saya yakin bahwa anda adalah laki-laki baik yang pantas menempati posisi sebagai ayah dari anak-anak saya kelak .

Minggu, 30 November 2014

Hari ini seseorang bertanya kepada saya, (dalam bahasa jawa) Dia : "mbak sampeyan ga duwe ijazah yo koq kerjo neng kene ?
(note:kebetulan saat itu saya kerja sampingan menjadi seorang operator warnet)
Saya : "haa .. kenapa mbak ?" (sabar meski rasanya seperti digampar)
Dia : (dengan sedikit senyum) "Ngelamar nang nggon liyo poo mbak ambek ijasah SMA?"
Saya : Aku kuliah mbak sekarang, jadi disini cuma nyambi. (berusaha senyum)
Dia : Tapi ambek ijasah SMA sampeyan golek kerjo lain poo mbak?
Saya : Kuliah ku pagi mbak, jadi kalo kerja di tempat lain belum bisa.
Dia : Terus sampeyan mari kuliah ape kerjo nangdi mbak ?
Saya : (meskipun ragu, saya memberanikan diri berkata) InsyaAllah kerja di bank .
Dia : Opo mbak ?
Saya : InsyaAllah di bank mbak .
Dia : (nada menyeloroh) oooooooeeeeeeee ....... (sambil tertawa)

Sejenak saya merasakan sakit. Entah karena diremehkan atau karena keraguannya terhadap kemampuan saya. Disini batin saya merasa terusik. Seolah berkata dengan sedikit menyombong, saya lebih baik daripada anda!
Namun, memang sebenarnya kerja di warnet ini bukan pilihan yang terbaik. Saya seharusnya mencari pekerjaan yang lebih seperti misalnya bekerja pada EO , majalah ,  atau dunia televisi. Namun apa salahnya saya bekerja disini ?
Dalam hati sebenarnya saya juga ingin mencari pekerjaan yang lebih menantang. Dan tanda bahwa saya sebenarnya tidak respect terhadap pekerjaan saya sendiri adalah, saya malu untuk mengakui bahwa saya bekerja disini kepada teman-teman saya.
Dan bagaimana caranya agar saya tidak malu ? adalah dengan membuktikan bahwa dengan bekerja disini, saya mendapatkan nilai lebih dari sini. mendapatkan nilai tambah dari pekerjaan  saya misalnya, dengan bekerja disini saya harus mampu mengetik dengan cepat. Mengetik angka dengan sangat cepat atau bisa dikatakan super cepat. Selain itu harusnya saya mampu belajar tentang program software, install , corel , membuat blog , dan hal-hal lain yang berasal dari keleluasaan saya mengakses internet.
yaa .. seharusnya ada hal yang dapat saya unggulkan disini.
Hingga suatu hari nanti, ketika saya keluar dari sini, saya telah mendapatkan semuanya. Termasuk pengalaman dan link kerja.
Dan setelah perkataan di atas, saya sadar bahwa orang lain akan melihat kita dari hasil pencapaian kita. namun berbeda dengan Allah, Allah akan melihat kerja keras kita dan memberikan hasilterbaik atas semuanya.
Dia (baca:gadis itu) mungkin belum mengenal saya. Dan ketika beliau mengenal saya, mungkin beliau akan mau memperhalus kata-katanya. Keadaan di atas terjadi hanya karena dia tidak mengenal saya dan saya pun tidak mengenalnya dengan baik, dan bahkan namanya pun saya tidak tahu.
Dia hanya lah orang yang kurang mengenal saya, dan apa yang dikatakannya hanyalah pendapat luar yang hanya dia lihat sebatas penglihatan mata luarnya saja.  Dan itu tidak penting. Yang terpenting adalah apa kata orang tua saya, dan apa kata Allah. Karena selama saya bekerja disini, saya tidak melihat adanya keburukan yang saya dapat.
Saya hanya harus membuktikan, bahwa tawanya (baca:tawa gadi itu) itu tidak terbukti. Bahwa tawanya itu adalah energi kesuksesan bagi saya. Hanya itu, karena jawaban terbaik atas pandangan sebelah mata adalah hasil karya dan kesuksesan. Tak perlu banyak kata, karena itu hanya membuang waktumu saja.

Yaa , saya hanya harus sabar dan tekun dalam melakukan segala hal yang saya anggap sebagai peningkatan kualitas diri saya. Sabar , sabar , sabar , baru setelah itu berlari.

Ketika saya malas, saya harus membakar pandangan sebelah mata itu menjadi energi. Energi yang akan terus saya minta setiap saya kehabisan. Jadi intinya telinga saya harus terus mendengarkan perkataan bernada merendahkan seperti itu terus selama kurang lebih 10 tahun ke depan.
Karena maksimal 10 tahun lagi saya akan menikmati karir saya dengan membahagiakan orang-orang disekitar saya. Orang-orang yang membutuhkan saya, keluarga saya , suami , anak , ibu , bapak , aldi, dan semua keluarga besar dari mereka.
Ketika jawaban saya ingin kerja di bank ditertawakan, maka saya akan menjawabnya dengan benar-benar bekerja di bank BRI 1 tahun lagi. Di bank BCA 1 tahun berikutnya. Dan di Mandiri di tahun berikutnya. Hingga menjadi kepala HRD dan analisis keuangan 2 tahun berikutnya. Hingga merintis usaha yang nantinya akan menjadi bekalku untuk membahagiakan semua orang disekitarku termasuk karyawan2 ku.

Terimakasih , semoga lebih sering aku mendengar ini. Hingga pada akhirnya Allah akan lebih sering pula mendengar doa yang setiap kali akan selalu aku panjatkan. Amin

Sabtu, 15 November 2014

Pelajaran Pagi Ini

Baru saja saya ditegur oleh bapak-bapak, beliau mengingatkan bahwa jangan lah saya terlalu emosional. Setiap menghadapi orang-orang yang saya tidak suka, saya selalu saya bersikap tak kooperatif, manyun, emosi dsb. Sikap-sikap buruk itu saya tunjukkan karena saya tidak suka. Padahal saya seharusnya  bisa bersikap lebih baik. Contoh ketika saya berhadapan dengan orang yang meminta saya untuk membantu mengerjakan tugasnya, saya mampu menolaknya namun selalu dengan sikap yang terlihat tidak baik. Mengapa ?
Karena hati dan pikiran saya yang memerintahkan tubuh saya berlaku seperti itu. Seharusnya sebaliknya. Segala sesuatu itu harus mampu dikendalikan sesuai dengan porsinya. Dan mengusahakan berpikir bahwa marah bukanlah hal yang penting dan tidak pernah boleh dilakukan kecuali benar-benar kepepet. Karena marah , manyun tidak akan menyelesaikan masalah. Karena marah dan manyun hanya akan menambah beban untuk diri sendiri. Banyak orang yang akan membenci kita jika kita sering sekali marah, dan akan ada lebih banyak orang yang tidak menyukai kita ketika kita banyak manyun di depan mereka.
Baik itu harus bersifat konsisten, tetap dan sesuai porsinya, tak pernah kurang dan jangan pernah berlebihan. Maka solusinya adalah ketika kamu maranh cobalah untuk menarik bibir membentuk senyuman. Tersenyumlah selebar-lebarnya dan sugesti diri bahwa ketika kamu tersenyum, kamu akan terlihat lebih cantik. Lalu aplikasikan itu ketika berhadapan dengan orang yang sedikit tak kau sukai. Cobalah bersikap ramah, untuk memberikan jalinan pertemanan yang baru. Karena ramah adalah etika yang berlaku mutlak dimanapun berada.
Dan buat saya, teguran bapak tua tadi adalah tamparan pertama dan terkhir buat saya. Mulai saat ini saya dilarang untuk manyun dan marah selelah apapun saya. Saya akan selalu memaksa diri saya untuk tersenyum, sesakit apapun diri saya. Karena kebahagiaan orang lain adalah tujuan saya. Tentang bagaimana kebahagiaan saya ? Maka biarlah Allah yang menentukan.
Ya Allah maafkan saya , saya yang hari ini membuat bapak-bapak itu kecewa. Saya yang pagi ini telah diingatkan oleh orang yang sudah saya kecewakan. Ya Allah terima kasih sudah mengingatkan saya. Dan saya akan berusaha mengingat hal ini, sebenci saya terhadap orang lain, maka tugas saya bukan untuk marah padanya, melainkan mengingatkannya dan tetap bersikap ramah padanya.
Saya mengakui saya salah. Saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan, mutlak adalah kesalahan saya. Kesalahan saya dalam menyikapi suatu hal.
Maav saya khilaf dan saya berjanji akan terus berusaha memberikan sikap terbaik untuk orang-orang di sekitar saya dan terutama untuk orang yang saya cintai. :D