Ketauan yaa? Ciee
..kamu ketauan waktu ngeliatin dia. Rasanya malu banget, bingung mau
disembunyikan dimana nih muka kita. Andai waktu bisa diulang, rasa-rasanya
pengen pindah tidak duduk di tempat itu. Bahkan pikiran kita sudah kemana-mana,
“apa yang dia pikirkan tentang kita, bagaimana image kita dimatanya, akankah
dia ilfill nantinya?” ahh sudahlah, rasanya penuh jika harus memikirkan itu.
Namun itulah cinta
remaja, maka nikmatilah. J
Belum lagi ketika kau
merindukannya. Dia yang tak mengetahui perasaanmu, maka bagaimana mungkin dia
akan menelponmu atau bahkan hanya mengirim pesan padamu? Akhirnya kau putuskan
untuk menelponnya dengan sembunyi-sembunyi. Kau menelponnya menggunakan
pengaturan private number, hingga ia
tak mengetahui siapa kau. Di seberang sana, sambil bertanya-tanya, ia
mengangkat telponmu, lalu berkata “Hallo, hallo, selamat malam. Siapa disana?”
atau jika beruntung kau akan sampai pada kata,”Ada perlu apa?”. Cukup singkat
bukan? Ya, namun itu mampu membuatmu tertawa sepanjang malam. Suaranya bahkan
lebih ampuh dari obat manapun di dunia.
Namun itulah cinta
remaja, maka nikmatilah. J
Bahkan tidak jarang,
kita mengingat dimana lorong yang sering ia lewati ketika hendak menuju kantin.
Lalu dengan sengaja kita duduk tidak jauh dari lorong itu. Rela menunggu. Dan
kecewa ketika ia ternyata tidak melewatinya hari ini. Atau jika sebaliknya, kau
akan melihatnya hingga ia hilang diujung lorong. Melihat apa yang dipakainya
hari ini, apa warna sepatunya, bagaimana bentuk rambutnya. Ahh, apapun itu ia
tetap terlihat menawan.
Ya
itulah cinta remaja, maka nikmatilah. J
Masa
remaja tak akan datang untuk kedua kalinya. Begitupun dengan cinta dan beragam
ceritanya di kala itu. Sahabat bisa jadi cinta, cintapun dapat berubah menjadi
persahabatan. Benci bisa menjadi cinta, dan begitupun sebaliknya.
Indahkah
semua itu? Ketika nanti kalian dewasa, kalian akan paham seberapa indah cerita
itu. J