Membuat hidup terasa lebih mudah adalah tugas manusia. Tuhan memberikan akal serta pikiran yang dilengkapi dengan hati sebagai penyeimbang, demi mencapai tujuan ini. Tujuan agar manusia mampu mencapai tujuan puncaknya dalam keadaan damai dan bahagia.
Namun tidak jarang manusia lupa akan kehebatannya. Kehebatan yang hanya akan muncul ketika ia sadar akan kemampuan yang dimilikinya. Tidak jarang mereka justru menyerah pada keadaan, dan memutuskan untuk mengakhiri segalanya.
Tanpa memikirkan orang-orang di sekitarnya, tanpa pula mempedulikan orang-orang yang selama ini perhatian atas kehidupannya.
Mengapa demikian ?
Mengapa semua ini bisa terjadi ?
Semua bersumber pada hati. Karena hati adalah denyut nadi bagi setiap masalah. Hati yang tenang akan selalu menunjuk pada kebenaran. Sebab hati adalah alarm dariNya bagi manusia yang lalai.
Lalu dimana hati kecil itu bagi manusia yang sampai menyerah pada keadaan ?
Hilangkah ia ?
Tidak .
Ia hanya tertidur lelap sekali. Terlalu lamanya ia tak didengar, dan terlalu lamanya ia tak difungsikan, menjadi penyebab mati suri nya hati ini.
Hati seperti manusia yang memilikinya, ia ingin didengar setiap ia berbicara, ia ingin diperhatikan setiap ia merasa terluka, dan ia ingin menjadi teman yang dianggap ketika si empunya memiliki masalah.
Fungsikan ia seperti apa yang telah dipesankan oleh penitipnya, dengarkan dan rawatlah ia karena ia adalah satu-satunya penghubung bagi mu denganNya. Ia adalah alarm terbaik yang tak pernah menjerumuskan.