Baru saja saya ditegur oleh bapak-bapak, beliau mengingatkan bahwa jangan lah saya terlalu emosional. Setiap menghadapi orang-orang yang saya tidak suka, saya selalu saya bersikap tak kooperatif, manyun, emosi dsb. Sikap-sikap buruk itu saya tunjukkan karena saya tidak suka. Padahal saya seharusnya bisa bersikap lebih baik. Contoh ketika saya berhadapan dengan orang yang meminta saya untuk membantu mengerjakan tugasnya, saya mampu menolaknya namun selalu dengan sikap yang terlihat tidak baik. Mengapa ?
Karena hati dan pikiran saya yang memerintahkan tubuh saya berlaku seperti itu. Seharusnya sebaliknya. Segala sesuatu itu harus mampu dikendalikan sesuai dengan porsinya. Dan mengusahakan berpikir bahwa marah bukanlah hal yang penting dan tidak pernah boleh dilakukan kecuali benar-benar kepepet. Karena marah , manyun tidak akan menyelesaikan masalah. Karena marah dan manyun hanya akan menambah beban untuk diri sendiri. Banyak orang yang akan membenci kita jika kita sering sekali marah, dan akan ada lebih banyak orang yang tidak menyukai kita ketika kita banyak manyun di depan mereka.
Baik itu harus bersifat konsisten, tetap dan sesuai porsinya, tak pernah kurang dan jangan pernah berlebihan. Maka solusinya adalah ketika kamu maranh cobalah untuk menarik bibir membentuk senyuman. Tersenyumlah selebar-lebarnya dan sugesti diri bahwa ketika kamu tersenyum, kamu akan terlihat lebih cantik. Lalu aplikasikan itu ketika berhadapan dengan orang yang sedikit tak kau sukai. Cobalah bersikap ramah, untuk memberikan jalinan pertemanan yang baru. Karena ramah adalah etika yang berlaku mutlak dimanapun berada.
Dan buat saya, teguran bapak tua tadi adalah tamparan pertama dan terkhir buat saya. Mulai saat ini saya dilarang untuk manyun dan marah selelah apapun saya. Saya akan selalu memaksa diri saya untuk tersenyum, sesakit apapun diri saya. Karena kebahagiaan orang lain adalah tujuan saya. Tentang bagaimana kebahagiaan saya ? Maka biarlah Allah yang menentukan.
Ya Allah maafkan saya , saya yang hari ini membuat bapak-bapak itu kecewa. Saya yang pagi ini telah diingatkan oleh orang yang sudah saya kecewakan. Ya Allah terima kasih sudah mengingatkan saya. Dan saya akan berusaha mengingat hal ini, sebenci saya terhadap orang lain, maka tugas saya bukan untuk marah padanya, melainkan mengingatkannya dan tetap bersikap ramah padanya.
Saya mengakui saya salah. Saya mengakui bahwa apa yang saya lakukan, mutlak adalah kesalahan saya. Kesalahan saya dalam menyikapi suatu hal.
Maav saya khilaf dan saya berjanji akan terus berusaha memberikan sikap terbaik untuk orang-orang di sekitar saya dan terutama untuk orang yang saya cintai. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar