Hari ini seseorang bertanya kepada saya, (dalam bahasa jawa) Dia : "mbak sampeyan ga duwe ijazah yo koq kerjo neng kene ?
(note:kebetulan saat itu saya kerja sampingan menjadi seorang operator warnet)
Saya : "haa .. kenapa mbak ?" (sabar meski rasanya seperti digampar)
Dia : (dengan sedikit senyum) "Ngelamar nang nggon liyo poo mbak ambek ijasah SMA?"
Saya : Aku kuliah mbak sekarang, jadi disini cuma nyambi. (berusaha senyum)
Dia : Tapi ambek ijasah SMA sampeyan golek kerjo lain poo mbak?
Saya : Kuliah ku pagi mbak, jadi kalo kerja di tempat lain belum bisa.
Dia : Terus sampeyan mari kuliah ape kerjo nangdi mbak ?
Saya : (meskipun ragu, saya memberanikan diri berkata) InsyaAllah kerja di bank .
Dia : Opo mbak ?
Saya : InsyaAllah di bank mbak .
Dia : (nada menyeloroh) oooooooeeeeeeee ....... (sambil tertawa)
Sejenak saya merasakan sakit. Entah karena diremehkan atau karena keraguannya terhadap kemampuan saya. Disini batin saya merasa terusik. Seolah berkata dengan sedikit menyombong, saya lebih baik daripada anda!
Namun, memang sebenarnya kerja di warnet ini bukan pilihan yang terbaik. Saya seharusnya mencari pekerjaan yang lebih seperti misalnya bekerja pada EO , majalah , atau dunia televisi. Namun apa salahnya saya bekerja disini ?
Dalam hati sebenarnya saya juga ingin mencari pekerjaan yang lebih menantang. Dan tanda bahwa saya sebenarnya tidak respect terhadap pekerjaan saya sendiri adalah, saya malu untuk mengakui bahwa saya bekerja disini kepada teman-teman saya.
Dan bagaimana caranya agar saya tidak malu ? adalah dengan membuktikan bahwa dengan bekerja disini, saya mendapatkan nilai lebih dari sini. mendapatkan nilai tambah dari pekerjaan saya misalnya, dengan bekerja disini saya harus mampu mengetik dengan cepat. Mengetik angka dengan sangat cepat atau bisa dikatakan super cepat. Selain itu harusnya saya mampu belajar tentang program software, install , corel , membuat blog , dan hal-hal lain yang berasal dari keleluasaan saya mengakses internet.
yaa .. seharusnya ada hal yang dapat saya unggulkan disini.
Hingga suatu hari nanti, ketika saya keluar dari sini, saya telah mendapatkan semuanya. Termasuk pengalaman dan link kerja.
Dan setelah perkataan di atas, saya sadar bahwa orang lain akan melihat kita dari hasil pencapaian kita. namun berbeda dengan Allah, Allah akan melihat kerja keras kita dan memberikan hasilterbaik atas semuanya.
Dia (baca:gadis itu) mungkin belum mengenal saya. Dan ketika beliau mengenal saya, mungkin beliau akan mau memperhalus kata-katanya. Keadaan di atas terjadi hanya karena dia tidak mengenal saya dan saya pun tidak mengenalnya dengan baik, dan bahkan namanya pun saya tidak tahu.
Dia hanya lah orang yang kurang mengenal saya, dan apa yang dikatakannya hanyalah pendapat luar yang hanya dia lihat sebatas penglihatan mata luarnya saja. Dan itu tidak penting. Yang terpenting adalah apa kata orang tua saya, dan apa kata Allah. Karena selama saya bekerja disini, saya tidak melihat adanya keburukan yang saya dapat.
Saya hanya harus membuktikan, bahwa tawanya (baca:tawa gadi itu) itu tidak terbukti. Bahwa tawanya itu adalah energi kesuksesan bagi saya. Hanya itu, karena jawaban terbaik atas pandangan sebelah mata adalah hasil karya dan kesuksesan. Tak perlu banyak kata, karena itu hanya membuang waktumu saja.
Yaa , saya hanya harus sabar dan tekun dalam melakukan segala hal yang saya anggap sebagai peningkatan kualitas diri saya. Sabar , sabar , sabar , baru setelah itu berlari.
Ketika saya malas, saya harus membakar pandangan sebelah mata itu menjadi energi. Energi yang akan terus saya minta setiap saya kehabisan. Jadi intinya telinga saya harus terus mendengarkan perkataan bernada merendahkan seperti itu terus selama kurang lebih 10 tahun ke depan.
Karena maksimal 10 tahun lagi saya akan menikmati karir saya dengan membahagiakan orang-orang disekitar saya. Orang-orang yang membutuhkan saya, keluarga saya , suami , anak , ibu , bapak , aldi, dan semua keluarga besar dari mereka.
Ketika jawaban saya ingin kerja di bank ditertawakan, maka saya akan menjawabnya dengan benar-benar bekerja di bank BRI 1 tahun lagi. Di bank BCA 1 tahun berikutnya. Dan di Mandiri di tahun berikutnya. Hingga menjadi kepala HRD dan analisis keuangan 2 tahun berikutnya. Hingga merintis usaha yang nantinya akan menjadi bekalku untuk membahagiakan semua orang disekitarku termasuk karyawan2 ku.
Terimakasih , semoga lebih sering aku mendengar ini. Hingga pada akhirnya Allah akan lebih sering pula mendengar doa yang setiap kali akan selalu aku panjatkan. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar